Mika atau kaca jadi komponen yang terpasang paling luar pada

Otomtalk :

Mika atau kaca jadi komponen yang terpasang paling luar pada bagian lampu mobil. Karena letaknya tersebut, mika lampu mobil rentan kotor, buram, dan mengalami yellowing atau berubah warna jadi menguning.

Perubahan pada mika tersebut umum terjadi. Ini karena masa pemakaian yang semakin lama dan sering terpapar suhu panas baik dari luar maupun dalam.

Suhu panas dari dalam dihasilkan oleh sorotan lampu. Sementara sumber panas dari luar akibat sering terkena sinar matahari secara langsung. Ini berkaitan dengan kebiasaan pemilik mobil yang memarkir mobilnya tidak di tempat yang teduh.

Jika mika mulai kusam dan buram, tentu sorot lampu mobil akan dirasa redup. Jika hal ini sudah terjadi, umumnya pemilik mobil akan tergoda untuk mengganti lampu mobilnya dengan produk aftermarket. Padahal permasalahan utama ada pada mika tersebut, bukan sumber cahayanya.

Ada proses restorasi mika lampu mobil yang sudah buram agar kinclong kembali. 

Dengan diamplas dari grade kasar sampai grade halus berurutan dari grade 400, 800, 1.000, 1.500, 2.000, dan 3.000. Usai mika diamplas, ada dua cara untuk melakukan finishing. Yang pertama adalah sistem poles tiga tahap mulai dari poles kasar, menengah, hingga halus menggunakan wax.

Selain sistem poles, ada pula metode finishing yang disebut Nano Burn Coating. Metode ini memanfaatkan uap dari cairan nano coating yang dipanaskan dalam teko khusus. Lantas corong teko yang sudah mengeluarkan asap diarahkan ke mika lampu yang sudah diamplas.

Metode Nano Burn Coating ini memiliki tingkat keawetan lebih lama dari sistem poles tiga tahap. Jika mobil dirawat dengan rutin dan tidak sering diparkir di bawah sinar matahari langsung, usia nano coating bisa mencapai lebih dari 2 tahun.

Restorasi lampu mobil dengan finishing Nano Burn Coating umumnya dipatok tarif sekitar Rp 600.000 untuk sepasang lampunya.

Sumber: kompas.com

Mika atau kaca jadi komponen yang terpasang paling luar pada bagian lampu mobil. Karena letaknya tersebut, mika lampu mobil rentan kotor, buram, dan mengalami yellowing atau berubah warna jadi menguning.

Perubahan pada mika tersebut umum terjadi. Ini karena masa pemakaian yang semakin lama dan sering terpapar suhu panas baik dari luar maupun dalam.

Suhu panas dari dalam dihasilkan oleh sorotan lampu. Sementara sumber panas dari luar akibat sering terkena sinar matahari secara langsung. Ini berkaitan dengan kebiasaan pemilik mobil yang memarkir mobilnya tidak di tempat yang teduh.

Jika mika mulai kusam dan buram, tentu sorot lampu mobil akan dirasa redup. Jika hal ini sudah terjadi, umumnya pemilik mobil akan tergoda untuk mengganti lampu mobilnya dengan produk aftermarket. Padahal permasalahan utama ada pada mika tersebut, bukan sumber cahayanya.

Ada proses restorasi mika lampu mobil yang sudah buram agar kinclong kembali.

Dengan diamplas dari grade kasar sampai grade halus berurutan dari grade 400, 800, 1.000, 1.500, 2.000, dan 3.000. Usai mika diamplas, ada dua cara untuk melakukan finishing. Yang pertama adalah sistem poles tiga tahap mulai dari poles kasar, menengah, hingga halus menggunakan wax.

Selain sistem poles, ada pula metode finishing yang disebut Nano Burn Coating. Metode ini memanfaatkan uap dari cairan nano coating yang dipanaskan dalam teko khusus. Lantas corong teko yang sudah mengeluarkan asap diarahkan ke mika lampu yang sudah diamplas.

Metode Nano Burn Coating ini memiliki tingkat keawetan lebih lama dari sistem poles tiga tahap. Jika mobil dirawat dengan rutin dan tidak sering diparkir di bawah sinar matahari langsung, usia nano coating bisa mencapai lebih dari 2 tahun.

Restorasi lampu mobil dengan finishing Nano Burn Coating umumnya dipatok tarif sekitar Rp 600.000 untuk sepasang lampunya.

Sumber: kompas.com

#otomtalk #otomotif

NB:
Informasi Otomotif, tips, berita, lucu, video viral

Untuk video otomotif bisa lihat dan Follow instagram @otomtalk untuk updates

Untuk informasi Medan , silakan follow @medantalk di www.medantalk.com