Motor matik (skutik) saat ini menjadi kendaraan roda dua yang

Otomtalk :

Motor matik (skutik) saat ini menjadi kendaraan roda dua yang paling diminati masyarakat, sebab penggunaanya terbilang praktis.

Setelah mesin menyala bisa langsung menarik gas agar motor melaju. Berbeda dengan motor manual yang harus mengoper transmisi atau gigi.

Beberapa komponen pada skutik yang perlu diperhatikan di antaranya adalah V-belt, roller, dan rumah roller, serta kampas kopling otomatisnnya.

Semua komponen terdapat di dalam box mesin yang dikenal dengan Continuously Variable Transmission (CVT).

Bagi pemilik matik pertama kali, pada pencapaian 8.000 kilometer akan dilakukan pengecekan ke seluruh bagian. Namun biasanya, komponen-komponen yang ada di dalam CVT belum mengalami keausan sehingga tidak dilakukan penggantian komponen.

Jika sudah mencapai 16.000 kilometer, biasanya sudah mulai ada keausan.

Misalnya pada roller terjadi perbedaan dimensi atau ukuran, sehingga perlu diganti agar perfoma motor tetap prima.

Setelah itu, pada pencapaian 24.000 kilometer, pemilik kendaraan sebaiknya melakukan pengecekan kembali.

Biasanya pada pencapaian ini giliran V-belt serta kopling otomatis yang mengalami keausan, sehingga perlu diganti komponennya.

Perawatan skutik mengikuti kelipatan pencapaian jumlah kilometer tersebut. Namun demikian, jadwal rutin yang sudah direkomendasikan teknisi pada bengkel resmi bukanlah patokan baku untuk perawatan motor.

Sebab, bisa saja komponen tertentu lebih cepat mengalami kerusakan meskipun belum mencapai kilometer yang telah diperhitungkan. Misalnya, jika skutik sering digunakan untuk mengangkut beban berat maka komponen kampas kopling otomatis akan lebih cepat keausan dan perlu diganti.

Sedangkan untuk pergantian oli dilakukan setiap kelipatan 4.000 kilometer. Namun untuk motor yang sering digunakan pada kondisi jalan yang macet, pergantian oli sebaiknya dilakukan setiap kelipatan 2.000 kilometer. Sebab, dalam kondisi jalan yang macet pun sebenarnya masih tetap bekerja.

Indikator 4.000 kilometer adalah untuk penggunaan motor dalam keadaan normal. Kalau di Jakarta sebaiknya saat 2.000 kilometer sudah ganti oli.

Sumber: kompas.com

Motor matik (skutik) saat ini menjadi kendaraan roda dua yang paling diminati masyarakat, sebab penggunaanya terbilang praktis.

Setelah mesin menyala bisa langsung menarik gas agar motor melaju. Berbeda dengan motor manual yang harus mengoper transmisi atau gigi.

Beberapa komponen pada skutik yang perlu diperhatikan di antaranya adalah V-belt, roller, dan rumah roller, serta kampas kopling otomatisnnya.

Semua komponen terdapat di dalam box mesin yang dikenal dengan Continuously Variable Transmission (CVT).

Bagi pemilik matik pertama kali, pada pencapaian 8.000 kilometer akan dilakukan pengecekan ke seluruh bagian. Namun biasanya, komponen-komponen yang ada di dalam CVT belum mengalami keausan sehingga tidak dilakukan penggantian komponen.

Jika sudah mencapai 16.000 kilometer, biasanya sudah mulai ada keausan.

Misalnya pada roller terjadi perbedaan dimensi atau ukuran, sehingga perlu diganti agar perfoma motor tetap prima.

Setelah itu, pada pencapaian 24.000 kilometer, pemilik kendaraan sebaiknya melakukan pengecekan kembali.

Biasanya pada pencapaian ini giliran V-belt serta kopling otomatis yang mengalami keausan, sehingga perlu diganti komponennya.

Perawatan skutik mengikuti kelipatan pencapaian jumlah kilometer tersebut. Namun demikian, jadwal rutin yang sudah direkomendasikan teknisi pada bengkel resmi bukanlah patokan baku untuk perawatan motor.

Sebab, bisa saja komponen tertentu lebih cepat mengalami kerusakan meskipun belum mencapai kilometer yang telah diperhitungkan. Misalnya, jika skutik sering digunakan untuk mengangkut beban berat maka komponen kampas kopling otomatis akan lebih cepat keausan dan perlu diganti.

Sedangkan untuk pergantian oli dilakukan setiap kelipatan 4.000 kilometer. Namun untuk motor yang sering digunakan pada kondisi jalan yang macet, pergantian oli sebaiknya dilakukan setiap kelipatan 2.000 kilometer. Sebab, dalam kondisi jalan yang macet pun sebenarnya masih tetap bekerja.

Indikator 4.000 kilometer adalah untuk penggunaan motor dalam keadaan normal. Kalau di Jakarta sebaiknya saat 2.000 kilometer sudah ganti oli.

Sumber: kompas.com

#otomtalk #otomotif

NB:
Informasi Otomotif, tips, berita, lucu, video viral

Untuk video otomotif bisa lihat dan Follow instagram @otomtalk untuk updates

Untuk informasi Medan , silakan follow @medantalk di www.medantalk.com