Perkembangan industri mobil listrik di Indonesia terganjal dengan masalah harga

Otomtalk :

Perkembangan industri mobil listrik di Indonesia terganjal dengan masalah harga jual produk mobil listrik yang mahal. Karena itu, mobil ramah lingkungan ini masih belum menjadi pilihan masyarakat Indonesia.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyampaikan beberapa saran kepada pemerintah agar mobil listrik dapat menarik minat konsumen di Indonesia. Mahalnya harga mobil listrik menjadikannya sulit bersaing dengan kendaraan konvensional.

Tidak hanya itu, Gaikindo juga sangat memperhatikan terkait harga mobil listrik karena harganya tidak murah. Padahal 60 persen dari total penjualan mobil di Indonesia per tahun di kisaran harga di bawah Rp200 juta-Rp250 juta.

“Nah, sedangkan mobil listrik umumnya rata-rata harganya masih di atas Rp500 juta. Inilah yang perlu nanti kita sesuaikan dalam arti kata bisa ga merk-merk ini memproduksi mobil yang harganya di bawah itu,” ujar Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto dalam acara Market Review IDX Channel.

“Karena kalau tidak, pasarnya tentu tidak bisa sebesar yang hari ini ada, dengan adanya income per kapita masyarakat Indonesia, maka otomatis daya beli masyarakat kita itu ada di mobil-mobil dengan harga Rp250 juta ke bawah. Ini nanti kita carikan jalan keluar,” kata Jongkie.

Dia menyampaikan, pertama terkait dengan industri nikel di Tanah Air. Di mana pemerintah saat ini terus mendorong agar industri tersebut dibangun di Indonesia yang bisa menjadi salah satu bahan baku untuk membuat baterai mobil listrik.

Dia menyebutkan, pentingnya pembuatan baterai mobil listrik di dalam negeri karena komponen dari mobil listrik yang paling mahal adalah baterai. Di mana harga satu buah mobil listrik, 40-45 persennya dari harga baterai.

Berikutnya, lanjut dia, adalah pentingnya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada mobil listrik. Jongkie menyebut, ini menjadi penting karena mobil yang ada saat ini dengan harga di bawah Rp250 juta, komponen TKDN-nya telah mencapai kurang lebih 80 persen.

Selain baterai, ada banyak komponen TKDN mobil listrik yang bisa dimaksimalkan di dalam negeri, seperti body, rem, roda, suspensi, sistem pengereman dan sistem kemudi yang sama dengan mobil konvensional.

Sumber: okezone.com

Perkembangan industri mobil listrik di Indonesia terganjal dengan masalah harga jual produk mobil listrik yang mahal. Karena itu, mobil ramah lingkungan ini masih belum menjadi pilihan masyarakat Indonesia.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyampaikan beberapa saran kepada pemerintah agar mobil listrik dapat menarik minat konsumen di Indonesia. Mahalnya harga mobil listrik menjadikannya sulit bersaing dengan kendaraan konvensional.

Tidak hanya itu, Gaikindo juga sangat memperhatikan terkait harga mobil listrik karena harganya tidak murah. Padahal 60 persen dari total penjualan mobil di Indonesia per tahun di kisaran harga di bawah Rp200 juta-Rp250 juta.

"Nah, sedangkan mobil listrik umumnya rata-rata harganya masih di atas Rp500 juta. Inilah yang perlu nanti kita sesuaikan dalam arti kata bisa ga merk-merk ini memproduksi mobil yang harganya di bawah itu," ujar Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto dalam acara Market Review IDX Channel.

"Karena kalau tidak, pasarnya tentu tidak bisa sebesar yang hari ini ada, dengan adanya income per kapita masyarakat Indonesia, maka otomatis daya beli masyarakat kita itu ada di mobil-mobil dengan harga Rp250 juta ke bawah. Ini nanti kita carikan jalan keluar," kata Jongkie.

Dia menyampaikan, pertama terkait dengan industri nikel di Tanah Air. Di mana pemerintah saat ini terus mendorong agar industri tersebut dibangun di Indonesia yang bisa menjadi salah satu bahan baku untuk membuat baterai mobil listrik.

Dia menyebutkan, pentingnya pembuatan baterai mobil listrik di dalam negeri karena komponen dari mobil listrik yang paling mahal adalah baterai. Di mana harga satu buah mobil listrik, 40-45 persennya dari harga baterai.

Berikutnya, lanjut dia, adalah pentingnya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada mobil listrik. Jongkie menyebut, ini menjadi penting karena mobil yang ada saat ini dengan harga di bawah Rp250 juta, komponen TKDN-nya telah mencapai kurang lebih 80 persen.

Selain baterai, ada banyak komponen TKDN mobil listrik yang bisa dimaksimalkan di dalam negeri, seperti body, rem, roda, suspensi, sistem pengereman dan sistem kemudi yang sama dengan mobil konvensional.

Sumber: okezone.com

Informasi Otomotif, tips, berita, lucu, video viral

Untuk video otomotif bisa lihat dan Follow instagram @otomtalk untuk updates

Untuk informasi Medan , silakan follow @medantalk di www.medantalk.com