Teknologi transmisi otomatis pada mobil dirancang untuk memudahkan pengemudi, di

Otomtalk :

Teknologi transmisi otomatis pada mobil dirancang untuk memudahkan pengemudi, di mana mereka tidak perlu dipindahkan memindahkan gigi dan menginjak kopling.

Karena praktis, tidak heran jika kemudian mobil matik banyak disukai oleh masyarakat, terutama yang sehari-hari harus menghadapi kemacetan.

Bahkan beberapa model mobil juga dibekali dengan transmisi otomatis jenis transmisi variabel terus menerus atau CVT, yang perpindahan giginya sangat halus.

Meski demikian, ada beberapa orang yang masih ragu dengan teknologi di mobil matik. Mulai dari tidak bisa dihidupkan dengan cara menambahkan saat aki rendam, hingga akselerasi yang lemah.

Ada juga yang menyoroti soal sistem pengeremannya, yang disebutkan rawan blong karena terlalu sering digunakan. Lantas, benarkah informasi tersebut?

Mobil matik hanya mengandalkan rem untuk mengurangi kecepatan. Meski demikian, produsen sudah memperhitungan hal itu dengan memasang komponen yang lebih kuat.

Terkait kasus rem blong, hal itu terjadi karena ada uap udara yang masuk ke dalam sistem pengereman. Ini bisa terjadi, apabila kendaraan tidak dirawat secara berkala atau digunakan di luar batas kewajaran.

Jika mengalami rem blong saat mengemudi mobil matik, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, nyalakan lampu hazard dan bunyikan klakson untuk memberi tahu pengguna jalan lain.

Lalu, pindahkan tuas transmisi dari posisi D ke posisi 3, kemudian turunkan kembali ke posisi 2. Pada beberapa model mobil, urutan 3 dan 2 digantikan oleh L.

Saat kecepatan mobil sudah melambat, arahkan ke sisi jalan yang aman dan tarik rem tangan untuk menghentikan putaran roda.

Teknologi transmisi otomatis pada mobil dirancang untuk memudahkan pengemudi, di mana mereka tidak perlu dipindahkan memindahkan gigi dan menginjak kopling.

Karena praktis, tidak heran jika kemudian mobil matik banyak disukai oleh masyarakat, terutama yang sehari-hari harus menghadapi kemacetan.

Bahkan beberapa model mobil juga dibekali dengan transmisi otomatis jenis transmisi variabel terus menerus atau CVT, yang perpindahan giginya sangat halus.

Meski demikian, ada beberapa orang yang masih ragu dengan teknologi di mobil matik. Mulai dari tidak bisa dihidupkan dengan cara menambahkan saat aki rendam, hingga akselerasi yang lemah.

Ada juga yang menyoroti soal sistem pengeremannya, yang disebutkan rawan blong karena terlalu sering digunakan. Lantas, benarkah informasi tersebut?

Mobil matik hanya mengandalkan rem untuk mengurangi kecepatan. Meski demikian, produsen sudah memperhitungan hal itu dengan memasang komponen yang lebih kuat.

Terkait kasus rem blong, hal itu terjadi karena ada uap udara yang masuk ke dalam sistem pengereman. Ini bisa terjadi, apabila kendaraan tidak dirawat secara berkala atau digunakan di luar batas kewajaran.

Jika mengalami rem blong saat mengemudi mobil matik, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, nyalakan lampu hazard dan bunyikan klakson untuk memberi tahu pengguna jalan lain.

Lalu, pindahkan tuas transmisi dari posisi D ke posisi 3, kemudian turunkan kembali ke posisi 2. Pada beberapa model mobil, urutan 3 dan 2 digantikan oleh L.

Saat kecepatan mobil sudah melambat, arahkan ke sisi jalan yang aman dan tarik rem tangan untuk menghentikan putaran roda.

#otomtalk #otomotif

NB:
Informasi Otomotif, tips, berita, lucu, video viral

Untuk video otomotif bisa lihat dan Follow instagram @otomtalk untuk updates

Untuk informasi Medan , silakan follow @medantalk di www.medantalk.com